<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Fiza's Archive</title>
	<link>http://fiza.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 04:14:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>How to Build a Portfolio Wisely and Safely</title>
		<link>http://fiza.blogsome.com/2009/08/31/how-to-build-a-portfolio-wisely-and-safely/</link>
		<comments>http://fiza.blogsome.com/2009/08/31/how-to-build-a-portfolio-wisely-and-safely/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 04:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiza</dc:creator>
		
	<category>Business</category>
		<guid>http://fiza.blogsome.com/2009/08/31/how-to-build-a-portfolio-wisely-and-safely/</guid>
		<description><![CDATA[	

Goldilocks Economy
	Maybe, just maybe, world bankers will get this right, and the economy will experience neither severe inflation nor severe deflation.
	&quot;We think most likely the central banks of the world will get this close enough to right that we will settle in close&quot; to a relatively benign inflation rate of between 1.5% and 2.5%, says [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img height="503" alt="WSJ072809.gif" src="http://us.news2.yimg.com/us.yimg.com/p/fi/23/88/87.gif" width="363" border="0" /></p>
<a id="more-83"></a>
<p><strong>Goldilocks Economy</strong></p>
	<p>Maybe, just maybe, world bankers will get this right, and the economy will experience neither severe inflation nor severe deflation.</p>
	<p>&quot;We think most likely the central banks of the world will get this close enough to right that we will settle in close&quot; to a relatively benign inflation rate of between 1.5% and 2.5%, says Aaron Gurwitz, head of global investment strategy at Barclays Wealth.</p>
	<p>In such a &quot;Goldilocks&quot; scenario &#8212; where the economy is neither too hot nor too cold &#8212; &quot;risky assets would do best, so equities and bonds with some equity characteristics should receive the emphasis,&quot; says Scott Wolle, portfolio manager of the AIM Balanced-Risk Allocation Fund.</p>
	<p>That means broad exposure to large-cap and small-cap U.S. stocks through funds such as the Vanguard 500 Index Fund or the Bridgeway Small-Cap Value fund; and exposure to developed and emerging markets through funds like the Vanguard Total International Stock Index Fund (mainly developed markets), and the T. Rowe Price Emerging Markets Stock Fund.</p>
	<p>For the bond component, pick a fund such as the Fidelity Total Bond fund that largely owns high-grade, intermediate-term corporate bonds and mortgages, along with government and agency debt.</p>
	<p>Insurance Component: Just in case the Goldilocks scenario is wrong, you will need insurance against either inflation or deflation. Pick up inflation protection through a commodity ETF, and deflation protection with long-term Treasurys. Cash also is OK in either situation.</p>
	<p>(Jeff D. Opdyke)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiza.blogsome.com/2009/08/31/how-to-build-a-portfolio-wisely-and-safely/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Faktor-Faktor yang Membentuk Keluarga Sukses</title>
		<link>http://fiza.blogsome.com/2009/02/12/faktor-faktor-yang-membentuk-keluarga-sukses/</link>
		<comments>http://fiza.blogsome.com/2009/02/12/faktor-faktor-yang-membentuk-keluarga-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 13:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiza</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://fiza.blogsome.com/2009/02/12/faktor-faktor-yang-membentuk-keluarga-sukses/</guid>
		<description><![CDATA[	Faktor-faktor yang membentuk keluarga sukses adalah:
	1. Penanaman etos dan nilai-nilai positif dasar
	2. Pendidikan formal yang memadai
	3. Suasana dan budaya keluarga yang mendukung cita-cita anak
	4. Penanaman semangat berprestasi dan berkompetisi
	5. Pengembangan kecerdasan itelegensi, emosional dan spiritual
	6. Menstimulasi anak untuk berkembang sesuai minat
	7. Mendukung penuh dari orang tua, baik material dan immaterial 
	&nbsp;

Apa yang harus diberikan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Faktor-faktor yang membentuk keluarga sukses adalah:</p>
	<p>1. Penanaman etos dan nilai-nilai positif dasar</p>
	<p>2. Pendidikan formal yang memadai</p>
	<p>3. Suasana dan budaya keluarga yang mendukung cita-cita anak</p>
	<p>4. Penanaman semangat berprestasi dan berkompetisi</p>
	<p>5. Pengembangan kecerdasan itelegensi, emosional dan spiritual</p>
	<p>6. Menstimulasi anak untuk berkembang sesuai minat</p>
	<p>7. Mendukung penuh dari orang tua, baik material dan immaterial </p>
	<p>&nbsp;</p>
<a id="more-82"></a>
<p>Apa yang harus diberikan orang tua kepada anaknya:</p>
	<p>1. Memberi kesempatan sesuai minat dan bakat</p>
	<p>2. Menciptakan suasana agar anak bisa fun dan enjoy dalam mengembangkan dirinya</p>
	<p>3. Menanamkan nilai positif dasar (Kerja keras, Disiplin, Sadar waktu, dll)</p>
	<p>4. Membekali anak dengan pendidikan formal yang memadai</p>
	<p>5. Menumbuhkan keterampilan sosial dan intelektual</p>
	<p>6. Mendorong semangat berkompetensi dan berprestasi</p>
	<p>7. Membiasakan anak berjuang dulu dalam meminta sesuatu</p>
	<p>8. Melatih dengan memberi lebih banyak tanggung jawab</p>
	<p>&nbsp;</p>
	<p>Sedangkan yang tidak boleh dilakukan: </p>
	<p>1. Mengarahkan anak tanpa melihat lingkungan dan zamannya</p>
	<p>2. Memaksakan minat anak sesuai dengan kehendak orang tua</p>
	<p>3. Menuruti semua permintaan anak</p>
	<p>4. Menganggap anak tak berpotensi sehingga lebih banyak mendidik dengan memerintah</p>
	<p>5. Banyak menuntut kepada anak sementara orang tua tak mengimbangi dengan pengorbanan</p>
	<p>(SWA, 2009) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiza.blogsome.com/2009/02/12/faktor-faktor-yang-membentuk-keluarga-sukses/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Kunci Pembuka Keran Rezeki</title>
		<link>http://fiza.blogsome.com/2008/12/05/kunci-pembuka-keran-rezeki/</link>
		<comments>http://fiza.blogsome.com/2008/12/05/kunci-pembuka-keran-rezeki/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 03:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiza</dc:creator>
		
	<category>Business</category>
		<guid>http://fiza.blogsome.com/2008/12/05/kunci-pembuka-keran-rezeki/</guid>
		<description><![CDATA[	&quot;Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi, melainkan Allahlah yang akan memberi rezekinya&quot; ( QS.Hud ( 11 ) : 6 ). &quot;Katakanlah,&lsquo;Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi ?&rsquo;Katakanlah,&lsquo;Allah&lsquo;&quot; ( Saba ( 34 ) : 24 ).
	Ayat di atas merupakan salah salah satu janji pasti Allah bahwa semua makhluk hidup di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>&quot;Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi, melainkan Allahlah yang akan memberi rezekinya&quot; ( QS.Hud ( 11 ) : 6 ). &quot;Katakanlah,&lsquo;Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi ?&rsquo;Katakanlah,&lsquo;Allah&lsquo;&quot; ( Saba ( 34 ) : 24 ).</p>
	<p>Ayat di atas merupakan salah salah satu janji pasti Allah bahwa semua makhluk hidup di dunia ini telah dijamin rezekinya. Dan segala yang ada di bumi ini, sengaja diciptakan &ndash;Nya untuk kepentingan manusia. Untuk membuka pintu rezeki itu, maka Allah SWT melalui Rasul-Nya telah memberikan kunci pembukanya.</p>
	<p><a id="more-81"></a>Pertama, gemar menolong kaum duafa.<br />Rasulullah SAW bersabda, &quot;Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rezeki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian&quot; (HR.Bukhari). </p>
	<p>Dalam satu hadis qudsi Allah SWT berfirman, &quot;Aku akan menolong hamba-Ku, selama ia menolong saudaranya. Dengan cara menolong sesama, maka kita akan dicintai dan ditolong oleh Allah SWT. Sedangkan kehebatan manusia yang mendapatkan pertolongan dari Allah SWT adalah; ia akan senantiasa menang dalam persaingan hidup di dunia ini. Sebagaimana firman-Nya, &lsquo;Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu &quot; ( Ali Imran (3) : 160,&quot; demikian antara lain ujar Bobby Herwibowo Lc dalam bukunya &lsquo;The Power of Akhlak &lsquo;.</p>
	<p>Ada kisah menarik. Ketika sedang berjalan di tengah hutan, seorang pemuda miskin mendadak dikejutkan oleh suara teriakan minta tolong. Setelah didekati, suara itu ternyata berasal dari pemuda yang terperosok ke dalam lumpur hisap. Semakin banyak bergerak, semakin tertarik tubuhnya ke dalam. Tanpa pikir panjang, pemuda miskin tadi langsung memberikan pertolongan dengan sekuat tenaga. Setelah berhasil mengeluarkannya dari lumpur hisap, ia memapah pemuda itu hingga sampai di rumah. Di luar dugaan, pemuda yang ditolongnya itu ternyata anak bangsawan kaya yang punya rumah mewah. Singkat cerita, sebagai balas jasa, maka si pemuda miskin itu dibiayai kuliahnya oleh sang bangsawan tersebut.. Sampai akhirnya ia berhasil meraih gelar dokter. Siapa pemuda miskin itu ? Dia adalah Fleming, ilmuwan yang terkenal karena menemukan penisilin. Tepatlah kata peribahasa, &lsquo;Siapa menabur dia akan menuai &lsquo;(Bahan bukuThe Balance Ways oleh M.K.Sutrisna Suryadilaga.</p>
	<p>Kedua, senang menderma.<br />Allah SWT berfirman, &quot;Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya &quot;(Saba&rsquo;(34) : 39). Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini, apapun yang diinfakkan di dalam hal yang diridhai Allah., maka Allah SWT pasti menggantinya di dunia dan memberi pahala di akhirat kelak. Dari Abu Hurairah bahwa Rasul SAW bersabda, Allah SWT berfirman, &quot;Wahai anak Adam berinfaklah, karena sebab infak engkau akan mendapatkan nafkah! &quot; (Hadis Muttafaq Alaihi).</p>
	<p>Rasulullah SAW bercerita. Singkatnya, ada seorang petani yang sawahnya pada saat- saat yang tepat dituruni hujan, sehingga panennya selalu berhasil. Beda dengan para petani disekitarnya, yang sering mengalami gagal panen. Ketika ditanya kiatnya, &quot;Dari setiap hasil panenku, sepertiga saya sedekahkan, sepertiga untuk dimakan dan sepertiga lagi untuk bibit &quot; (HR..Muslim) .</p>
	<p>Dalam sebuah hadis sahih riwayat Ibn Abiddunya, Rasulullah SAW bersabda, &quot;Sedekah itu tidak akan menyebabkan sesuatu pada harta, kecuali hanya akan memperbanyaknya. Karena itu bersedekahlah kamu sekalian, pasti Allah akan mencurahkan rahmat-Nya&quot;. &quot;Anda pernah mendengar hukum kekekalan energi dari Albert Einstein? Dalam hukum itu dikatakan bahwa energi yang dikeluarkan tidak akan habis atau hilang, tapi berubah bentuk. Secara lebih khusus kita bisa mengartikan, apa yang kita berikan kepada orang lain pada hakikatnya tidak akan mengurangi total jumlah yang kita miliki, &quot;demikian antara lain tutur M.K. Sutrisna Suryadilaga dalam bukunya The Balance Ways .</p>
	<p>Ketiga, suka bersilaturrahimRasu lullah SAW bersabda, &quot;Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu, engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim itu akan menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur&quot; (HR.Ahmad). Rasulullah SAW mendefinisikan orang yang bersilaturrahmi dengan sabdanya &quot;Bukanlah bersilaturrahmi orang yang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturrahmi adalah yang menyambung apa yang telah putus &quot; (HR.Bukhari) . Ilmu komunikasi modern mengistilahkan silaturrahmi dengan istilah membangun jaringan atau networking, khususnya antara sesama muslim, bahkan umumnya antara sesama manusia.</p>
	<p>Keempat, Bertawakal kepada Allah terhadap apa yang telah kita usahakan dalam mencari rezeki. Rasulullah SAW bersabda, &quot;Seandainya kalian mau bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, pasti Allah akan memberikan rezeki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rezeki,pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali sore dalam keadaan kenyang &quot; (HR.Ahmad dan Turmuzi). </p>
	<p>Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Thabrani, Rasul SAW bersabda, &quot;Barangsiapa menghabiskan waktunya untuk Allah SWT, maka Allah akan memberikan kecukupan bekal kepadanya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak dia duga-duga. Dan barang siapa menghabiskan waktunya untuk dunia, maka Allah akan menyerahkan dirinya kepadanya (dunia).&quot; Wallahualam. **. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiza.blogsome.com/2008/12/05/kunci-pembuka-keran-rezeki/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Salary Allocation</title>
		<link>http://fiza.blogsome.com/2008/10/09/salary-allocation/</link>
		<comments>http://fiza.blogsome.com/2008/10/09/salary-allocation/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 06:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiza</dc:creator>
		
	<category>Business</category>
		<guid>http://fiza.blogsome.com/2008/10/09/salary-allocation/</guid>
		<description><![CDATA[	Very simple. Your nett amount received from your income/ salary, you must allocate into a different accounts according to different %
	50% for your monthly expenses account
	15% for Long term investment account - once you have allocated, please don&#8217;t use it as this will go into your retirement needs later when you are not working 
	15% [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Very simple. Your nett amount received from your income/ salary, you must allocate into a different accounts according to different %</p>
	<p>50% for your monthly expenses account</p>
	<p>15% for Long term investment account - once you have allocated, please don&#8217;t use it as this will go into your retirement needs later when you are not working </p>
	<p>15% for short term savings - saving for a while and use this account to buy your other need, like buying a laptop/ computer or saving for installment of buying a new home for your self. Any unuser money after a year, please put it back into you Long Term investment account</p>
	<p>10% for play account- use this up toward the end of the month to motivate youself after a month long hardwork</p>
	<p>5% for charity account-whatever you get, please donate some to the poor. This will help you to grow spiritually.</p>
	<p>5% for Education account - you might wnat to use this moneyb to up grade yourself by getting a Mastrer degree in the future</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiza.blogsome.com/2008/10/09/salary-allocation/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Why to Move</title>
		<link>http://fiza.blogsome.com/2008/05/06/why-to-move/</link>
		<comments>http://fiza.blogsome.com/2008/05/06/why-to-move/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 06:39:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiza</dc:creator>
		
	<category>Business</category>
		<guid>http://fiza.blogsome.com/2008/05/06/why-to-move/</guid>
		<description><![CDATA[	Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, &quot;Bill Gates&quot; dari India (terbitan Mizania 2007). 
	  Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, &quot;Bill Gates&quot; dari India (terbitan Mizania 2007). </p>
	<p>  Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India . Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana. </p>
	<p><a id="more-79"></a>  Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tinkat turn-over (kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS. </p>
	<p>  Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan? </p>
	<p> Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini. </p>
	<p>  Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat. </p>
	<p>  Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. &quot;Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru&quot;, katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini. </p>
	<p>  Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules. </p>
	<p>  Penemuannya adalah sebagai berikut:  Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules. </p>
	<p>  Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus - dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya. </p>
	<p>  Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit. </p>
	<p>  Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos. </p>
	<p>  Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti - biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting.  Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu. </p>
	<p>  Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan. </p>
	<p>  Demikian pesan Azim Premji.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiza.blogsome.com/2008/05/06/why-to-move/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Penggoda (Memoirs of &#8230;.)</title>
		<link>http://fiza.blogsome.com/2008/03/26/penggoda-memoirs-of/</link>
		<comments>http://fiza.blogsome.com/2008/03/26/penggoda-memoirs-of/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 01:46:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiza</dc:creator>
		
	<category>Education</category>
		<guid>http://fiza.blogsome.com/2008/03/26/penggoda-memoirs-of/</guid>
		<description><![CDATA[	Bilamana sebuah tatapan sorot mata seorang wanita telah bisa menghentikan langkah seorang pria, itu adalah tanda engkau telah lulus tes awal jadi geisha, demikian dikatakan seorang geisha senior pada Sayuri, gadis manis dari kampung pesisir yg &ldquo;dilepas&rdquo; oleh orang tua nya yg miskin pada sebuah rumah geisha ( wanita penghibur-jepang)
	 Betapa banyak akhirnya lelaki yg [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><span class="Apple-style-span">Bilamana sebuah tatapan sorot mata seorang wanita telah bisa menghentikan langkah seorang pria, itu adalah tanda engkau telah lulus tes awal jadi geisha, demikian dikatakan seorang geisha senior pada Sayuri, gadis manis dari kampung pesisir yg &ldquo;dilepas&rdquo; oleh orang tua nya yg miskin pada sebuah rumah geisha ( wanita penghibur-jepang)</p>
	<p> Betapa banyak akhirnya lelaki yg bergelimpangan terkena bidikan &ldquo;tatapan maut&rdquo; nya, setiap lelaki yg takluk adalah kebahagian tersendiri bagi sang geisha. Memang demikianlah mereka dilatih sesuai kultur jepang di jaman dulu. Tak pernah terpikir oleh mereka, betapa banyak lelaki yg hanya bisa menelan air liur karena hanya bisa terimingi imingi, tapi tak bisa memilikinya.&nbsp;</p>
	<p> <a id="more-76"></a> Kebahagiaan tertinggi seorang geisha ialah bisa hidup mewah dan glamour, menjadi gundik seorang tuan yg kaya raya, walau tanpa cinta sekalipun. Mereka tak sadar bahwa seorang geisha yg berharap perhatian penuh dari tuan nya , adalah bagaikan tikus yg mengharap simpati dari ular.&nbsp;</p>
	<p> Ia merasa lebih bahagia seperti itu, daripada hidup miskin di desa yg terpencil. Mereka memiliki cara pandang terrsendiri mengenai visi kehidupan, harga diri dan moralitas, walau hakikatnya dia tak bisa lagi memilih takdir hidupnya sendiri. Tak banyak yg sadar betapa di usia tuanya mereka akhirnya menjadi nenek2 penyendiri yg terbuang.&nbsp;<br /> Padahal sempat diceritakan betapa saat kecilnya , dia adalah anak gadis yg lucu dan cantik, dengan pandangan masa depan yg cerah dan jadi kebahagiaan setiap orangtua. Namun ternyata masa tuanya sungguh&nbsp;</span><span class="yshortcuts">suram</span>&nbsp;jadinya. Demikian sedikit cuplikan dari buku Memoirs of a geisha, yg bercerita ttg wanita penghibur jepang sebelum perang dunia.&nbsp;</p>
	<p> Lain lagi cerita dari buku Memoirs of Casanova, lelaki penggoda dari&nbsp;<span class="yshortcuts">Venice, Italia</span>&nbsp;di abad ke 18.&nbsp;<span class="yshortcuts">Giacomo Casanova</span>, anak seorang seniman, dari keluarga berada, ia besar di kota&nbsp;<span class="yshortcuts">Venice</span>,ia cukup pintar juga sampai bisa menamatkan perguruan tinggi. Selain pintar ia dikarunia pula penampilan fisik yg membuat setiap wanita terpesona karenanya. Selepas menamatkan kuliahnya ia bekerja di berbagai jabatan yg cukup strategis, selain itu ia pun banyak bepergian ke berbagai kota besar di Eropa.&nbsp;</p>
	<p> Tampan, cerdas, pintar ngomong dan memegang jabatan penting, membuat ia banyak digandrungi wanita. Mendapatkan karunia tersebut Casanova pun memanfaatkan nya sebesar mungkin, ia menjadi penggoda wanita yg paling lihai saat itu. Banyak wanita yg tergoda karena nya, mulai dari gadis muda, sampai istri2 pejabat. Ia pun pandai menulis dan membuat beberapa buku, antara lain tentang cerita hidupnya, dimana ia begitu bangga bercerita telah berhasil menaklukkan 127 wanita.&nbsp;</p>
	<p> Namun walau telah berhasil menaklukkan banyak wanita, ia begitu gamang ketika cintanya ditolak oleh seorang wanita cantik yg tak kalah pintarnya, Henriette, seorang anak bangsawan Perancis. Tingkah laku amoral Casanova, diketahui pula akhirnya oleh otoritas agama dan tokoh masyarakat. Banyak orang juga akhirnya membencinya, antara lain keluarga wanita2 yang pernah disakitinya. Sehingga Casanova terpaksa banyak berpindah2 tempat di berbagai kota Eropa sekitar abad 18, yang malah menambah warna warni petualangan cinta nya.</p>
	<p> Sampai di masa tuanya ia tak pernah secara resmi menikah. Di akhir hidupnya ia bekerja di sebuah perpustakaan tua dan menyalurkan hobby menulisnya, antara lain menulis buku cerita diri nya, memoirs of Casanova. Dalam buku tersebut ia begitu membanggakan masa muda nya, namun ia menulis semuanya dalam kesendirian di tempat sepi, tak ada keluarga yg menungguinya. Sampai akhirnya naskah bukunya ditemukan pula oleh kerabat jauhnya.&nbsp;</p>
	<p> Cerita2 dari buku2 memoirs tsb, berdasarkan pada kisah nyata, melengkapi berbagai kisah serupa dalam sejarah, sebagaimana hal nya cerita don Juan dari Spanyol, Cleopatra dari Mesir sampai cerita Arjuna dalam pewayangan.</p>
	<p> Wanita atau pria yg tergila2 dengan orang seperti itu, perlu berhati hati, karena hakikat nya mereka tak bisa memberikan hati nya pada seorang pun, mereka seolah2 membuka semua pintu hatinya, padahal sebenarnya tak ada seorang pun yg bisa memilikinya. Ada sebuah pepatah kuno , &ldquo;janganlah engkau sampai jatuh cinta pada gadis penghibur&rdquo; , karena walaupun ia tersenyum pada mu, engkau tak bisa meraih hati nya, yg telah tercerai berai pada banyak orang.&nbsp;</p>
	<p> Dalam buku psikologi sosial ada dijelaskan bahwa lelaki atau wanita penggoda seperti itu pada hakekatnya secara kejiwaan mengalami kekosongan di dalam jiwa nya. Mereka selalu ingin diperhatikan orang lain, bila tidak ia akan sengsara karenanya. Mereka cenderung narsis ( memuja diri sendiri ) dan tak menghiraukan orang lain.Tampaknya saja mereka bahagia dikerubuti orang banyak, padahal sebenarnya ia mengalami kesepian karena hati nya tak tertambat kemanapun.&nbsp;</p>
	<p> Banyak lelaki atau perempuan yg terobsesi ingin pula berpetualangan seperti Casanova atau geisha cantik tsb, namun mereka tak sadar bagaimana kepedihan di akhir hidup mereka. Sejarah menuliskan betapa orang2 penggoda seperti itu, yg banyak menelantarkan pria/wanita yg terkena bujuk rayu nya. Di masa tua nya mengalami hidup yg tak bahagia, kawin cerai, keluarganya berantakan, bahkan banyak yg mati kesepian di usia tua nya, hukum karma berlaku kata orang, karena kelakuan nya yg banyak membuat orang lain sakit hati.&nbsp;</p>
	<p> Begitu tipis batas antara cinta dan nafsu, kisah2 diatas adalah gambaran tentang orang2 yg dorongan nafsu menjadi arahan hidup nya, kalau manusia tujuan hidupnya karena dorongan nafsu semata, tak tampak kelebihan seorang manusia dibanding seekor ayam jago yg tak bosan2 nya mengejar setiap ayam betina yg ditemuinya. Manusia hidup ke dunia ini dengan maksud yg mulia, sungguh suatu kesia sia an, menghabiskan umur dalam gelimang hawa nafsu belaka. Karena gelimang nafsu yg begitu menggoda, orang tak sempat lagi menapaki hakikat cinta yg suci dan mulia, cinta sejati akan bisa memberi pencerahan perjalanan hidup ini, namun hanya sebagian orang yg bisa meraihnya.</p>
	<p> Demikianlah kesimpulan yg bisa dirangkum setelah menamatkan berbagai buku berkaitan dengan cinta seperti buku2 tersebut diatas. Deni, pemuda yang pintar dari kota kecil yg bekerja di&nbsp;<span class="yshortcuts">Jakarta</span>. Akhirnya bisa menemukan jawaban untuk mengobati luka hatinya, karena pujaan hatinya, gadis manis teman sekantornya dari bagian sales, yg sempat membuat hatinya terhanyut, ternyata begitu mudah nya pindah ke lain hati.&nbsp;</p>
	<p> Setelah patah hati, ia banyak menyendiri, antara lain pergi ke toko buku atau perpustakaan, sekedar baca2 membuang kerisauan, sebagaimana sering ia lakukan selama ini. Sampai akhirnya ia membaca secara ringkas buku2 lama tersebut,seperti : memoirs of a geisha, Casanova, Don juan ,Cleopatra dan beberapa buku lain, yang jadi semacam referensi politik, seorang teman nya dari Partai Pengemis Cinta.</p>
	<p> Si Deni pemuda yang rajin membaca buku, berasal dari sebuah keluarga sederhana di kota kecil, begitu menghargai perasaan dan persahabatan. Ia beranggapan semua cinta tulus adanya, sebagaimana ia sering baca sebelumya dalam roman2 sejarah seperti buku Siti Nurbaya. Ia menganggap setiap wanita adalah bagaikan si Neneng, gadis jujur anak pak Haji , kembang di kampung nya, pujaan hatinya dulu, yg gagal juga ia persunting karena keburu direbut pemuda lain yg lebih kaya.&nbsp;</p>
	<p> Ia baru sadar, di kota besar seperti&nbsp;<span class="yshortcuts">Jakarta</span>, arti cinta yg selama ini ia fahami telah berubah sesuai dengan hembusan angin materialisme kapitalis yang menyelusup jauh sampai ke lubuk hati yg terdalam, termasuk dalam urusan cinta yg telah terdegradasi materi.&nbsp;</p>
	<p> Ia baru sadar betapa jauhnya , arti senyuman manis seorang gadis sales-marketing dengan senyuman tulus malu2 dari gadis jujur di kampung nya dulu. Walau ia punya cinta yg tulus dari dalam lubuk hatinya, namun itu semua tak ada artinya bagi seorang cewek matere, yg silau bila melihat credit card platinum atau mobil mewah.&nbsp;</p>
	<p> Tampilan fisik yg menawan dan juga cinta, adalah anugerah bagi kita semua, namun cinta yang hakiki adalah jauh lebih bermakna daripada sekedar tampilan fisik belaka. Sekarang ia bisa memilah dengan baik , mana tatapan mata yg bening dengan kerlingan mata menggoda yg menjerumuskan. Mana senyuman tulus, mana pula senyuman gaya sales yg materialistic. Mana obrolan halus yg suci, mana pula obrolan merdu yg menjebak. Sungguh merendahkan diri, terjebak menjadi pengemis cinta pada makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Indah.</p>
	<p> Kecantikan / ketampanan sejati terletak dalam kesucian hati. Dibanding tampilan fisik kita, yg berasal dari tanah di bumi ini, hati adalah anugerah dari langit. Cinta dari hati adalah suatu yg suci dan mulia, dalam naungan Pencipta kita semua Yang Maha Mulia.</p>
	<p> selengkapnya ;&nbsp;<a target="_blank" href="http://fiza.blogsome.com/go.php?u=http%3A%2F%2Fhdmessa.wordpress.com%2F2008%2F02%2F19%2Fdari-geisha-sampai-casanova%2F&amp;i=0&amp;c=10dad0835cf78c7b7a7778750a5e88185fa27f0d">http://hdmessa. wordpress. com/2008/ 02/19/dari- geisha-sampai- casanova/</a></p>
	<p>&nbsp;</p>
 <span class="Apple-style-span"><a target="_blank" href="http://hdmessa.wordpress.com/2008/02/19/dari-geisha-sampai-casanova/"></a></span>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiza.blogsome.com/2008/03/26/penggoda-memoirs-of/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>The 12 Pillars of Competitiveness</title>
		<link>http://fiza.blogsome.com/2008/03/26/the-12-pillars-of-competitiveness/</link>
		<comments>http://fiza.blogsome.com/2008/03/26/the-12-pillars-of-competitiveness/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 01:31:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiza</dc:creator>
		
	<category>Business</category>
		<guid>http://fiza.blogsome.com/2008/03/26/the-12-pillars-of-competitiveness/</guid>
		<description><![CDATA[	First pillar: Institutions The institutional environment forms the framework within which private individuals, firms, and governments interact to generate income and wealth in the economy. The institutional framework has a strong bearing on competitiveness and growth.
	 Second pillar: Infrastructure The existence of high-quality infrastructure is critical for ensuring the efficient functioning of the economy, as [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><span class="Apple-style-span"></span><span>First pillar: Institutions</span><br /> The institutional environment forms the framework within which private individuals, firms, and governments interact to generate income and wealth in the economy. The institutional framework has a strong bearing on competitiveness and growth.</p>
	<p> <span>Second pillar: Infrastructure</span><br /> The existence of high-quality infrastructure is critical for ensuring the efficient functioning of the economy, as it is an important factor determining the location of economic activity and the kinds of activities or sectors that can develop in an economy. High-quality infrastructure reduces the effect of distance between regions, with the result of truly integrating the national market and connecting it to markets in other countries and regions.</p>
	<p> <a id="more-75"></a> <span>Third pillar: Macroeconomy</span><br /> The stability of the macroeconomic environment is important for business and, therefore, is important for the overall competitiveness of a country.</p>
	<p> <span>Fourth pillar: Health and primary education</span><br /> A healthy workforce is vital to a country&rsquo;s competitiveness and productivity</p>
	<p> <span>Fifth pillar: Higher education and training</span><br /> Quality higher education and training is crucial for economies that want to move up the value chain beyond simple production processes and products.</p>
	<p> <span>Sixth pillar: Goods market efficiency</span><br /> Countries with efficient goods markets are positioned to produce the right mix of products and services given supply-and-demand conditions, and such markets also ensure that these goods can be most effectively traded in<br /> the economy.</p>
	<p> <span>Seventh pillar: Labor market efficiency</span><br /> The efficiency and flexibility of the labor market are critical for ensuring that workers are allocated to their most efficient use in the economy.</p>
	<p> <span>Eighth pillar: Financial market sophistication</span><br /> An efficient financial sector is needed to allocate the resources saved by a nation&rsquo;s citizens to its most productive uses.</p>
	<p> <span>Ninth pillar: Technological readiness</span><br /> This pillar measures the agility with which an economy adopts existing technologies to enhance the productivity of its industries.</p>
	<p> <span>Tenth pillar: Market size</span><br /> The size of the market affects productivity because large markets allow firms to exploit economies of scale.</p>
	<p> <span>Eleventh pillar: Business sophistication</span><br /> Business sophistication is conducive to higher efficiency in the production of goods and services.This leads, inturn, to increased productivity, thus enhancing a nation&rsquo;s competitiveness.</p>
	<p> <span>Twelfth pillar: Innovation</span><br /> The last pillar of competitiveness is technological innovation.Although substantial gains can be obtained by improving institutions, building infrastructure, reducing<br /> macroeconomic instability, or improving the human capital of the population, all these factors eventually seem to run into diminishing returns.The same is true for the efficiency of the labor, financial, and goods markets. In the long run, therefore, when all the other factors run into diminishing returns, standards of living can be expanded only by technological innovation. Innovation is particularly<br /> important for economies as they approach the frontiers of knowledge and the possibility of integrating and adapting exogenous technologies tend to disappear.<br /> <img alt="" style="line-height: 1.22em; " border="0" /><br /> <img alt="" style="line-height: 1.22em; " border="0" />Based on those pillars,&nbsp;<span class="yshortcuts">Indonesia</span>&nbsp;now in 54th position among 131 countries.</p>
	<p> The question is, in what pillar(s) we can contribute to accelerate&nbsp;<span class="yshortcuts">Indonesia</span>competitiveness? ?</p>
	<p> *taken from The Global Competitiveness Report 2007-2008</p>
	<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiza.blogsome.com/2008/03/26/the-12-pillars-of-competitiveness/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Penelitian tentang Kekhawatiran Manusia</title>
		<link>http://fiza.blogsome.com/2008/02/11/penelitian-tentang-kekhawatiran-manusia/</link>
		<comments>http://fiza.blogsome.com/2008/02/11/penelitian-tentang-kekhawatiran-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 06:59:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiza</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://fiza.blogsome.com/2008/02/11/penelitian-tentang-kekhawatiran-manusia/</guid>
		<description><![CDATA[	Denis Waitley dalam bukunya Seeds Greatness memaparkan suatu hasil penelitian yang mengejutkan. Dikatakan bahwa 60 persen kekhawatiran kita sebenarnya sama sekali tidak mendasar, ketakutan kita tidak pernah menjadi kenyataan. Sebanyak 20 persen kekeliruan kita itu terfokus pada masa lalu, yang sama sekali di luar kekuasaan kita. Sedangkan 10 persen kekhawatiran kita didasarkan kepada hal-hal yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Denis Waitley dalam bukunya Seeds Greatness memaparkan suatu hasil penelitian yang mengejutkan. Dikatakan bahwa 60 persen kekhawatiran kita sebenarnya sama sekali tidak mendasar, ketakutan kita tidak pernah menjadi kenyataan. Sebanyak 20 persen kekeliruan kita itu terfokus pada masa lalu, yang sama sekali di luar kekuasaan kita. Sedangkan 10 persen kekhawatiran kita didasarkan kepada hal-hal yang sedemikian sepele sehingga tidak menghasilkan perbedaan dalam kehidupan kita. Dari sisa 10 persennya, hanya 4 hingga 5 persen ketakutan itu yang dianggap berasalan. Statistik Denis ini sekaligus menunjukkan bahwa setiap waktu atau energi yang kita serahkan kepada kekhawatiran itu sama sekali sia-sia dan 95 persen tidak produktif, bahkan hal itu pula yang membuat kita enggan memulai sesuatu.<br />&nbsp;<br />Sumber: Buku &rdquo;Setengah Isi Setengah Kosong&rdquo; karya Parlindungan Marpaung<br />&nbsp;
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiza.blogsome.com/2008/02/11/penelitian-tentang-kekhawatiran-manusia/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Google Maps Mashups</title>
		<link>http://fiza.blogsome.com/2008/01/28/google-maps-mashups/</link>
		<comments>http://fiza.blogsome.com/2008/01/28/google-maps-mashups/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 02:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiza</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://fiza.blogsome.com/2008/01/28/google-maps-mashups/</guid>
		<description><![CDATA[	Bagaimana menggunakan peta secara optimal dan mengintegrasikan pada website pribadi.
	  &gt; MEMBUAT PETA SENDIRI Fungsi &quot;My Maps&quot; Login &quot;maps.google.com&quot; Klik &quot;Add Placemark&quot;
	 &gt; MEMPERLUAS PETA DIGITAL Klik &quot;Add Content&quot;
	 &gt; MENGHUBUNGKAN MAPS DENGAN GOOGLE EARTH export peta ke KML Klik &quot;KML&quot; di kanan atas atau &quot;My Maps | Add Content | Add after URL&quot;
	 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Bagaimana menggunakan peta secara optimal dan mengintegrasikan pada website pribadi.</p>
	<p><a id="more-72"></a>  &gt; MEMBUAT PETA SENDIRI<br /> Fungsi &quot;My Maps&quot;<br /> Login &quot;maps.google.com&quot;<br /> Klik &quot;Add Placemark&quot;</p>
	<p> &gt; MEMPERLUAS PETA DIGITAL<br /> Klik &quot;Add Content&quot;</p>
	<p> &gt; MENGHUBUNGKAN MAPS DENGAN GOOGLE EARTH<br /> export peta ke KML<br /> Klik &quot;KML&quot; di kanan atas atau<br /> &quot;My Maps | Add Content | Add after URL&quot;</p>
	<p> &gt; MENGINTEGRASIKAN MAPS PADA WEBSITE PRIBADI<br /> Gunakan Map Search Wizard<br /> Masukkan ukuran jendela, level zoom tampilan dan alamat anda berikut URL. Lalu Google akan membuat sourcecode yang akan diintegrasi kan di webpribadi.<br /> Untuk keperluan pemograman dapat dilihat di:<br /> &quot;google.com/apis/maps/&quot; dan &quot;www.econym.demon.co.uk/googlemaps/&quot; </p>
	<p>(CHIP, 2008)&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiza.blogsome.com/2008/01/28/google-maps-mashups/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Ciledug ke Kuningan</title>
		<link>http://fiza.blogsome.com/2008/01/23/dari-ciledug-ke-kuningan/</link>
		<comments>http://fiza.blogsome.com/2008/01/23/dari-ciledug-ke-kuningan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 01:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiza</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://fiza.blogsome.com/2008/01/23/dari-ciledug-ke-kuningan/</guid>
		<description><![CDATA[	(Jakarta, 2008/01/23) Perjalanan dari rumah di ciledug ke kantor di kuningan membutuhkan waktu kira-kira 2 jam dengan biaya 13.500 rupiah.   
 
Jam 6:00, berangakat dari rumah dengan ojek menuju jalan ciledug raya. Dengan biaya 5000 rupiah sampai dengan memakan waktu 7 menit.
	 Setelah sampai di jalan ciledug raya pada pukul 6:07, saya menunggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>(Jakarta, 2008/01/23) Perjalanan dari rumah di ciledug ke kantor di kuningan membutuhkan waktu kira-kira 2 jam dengan biaya 13.500 rupiah.   </p>
 <a id="more-71"></a>
<p>Jam 6:00, berangakat dari rumah dengan ojek menuju jalan ciledug raya. Dengan biaya 5000 rupiah sampai dengan memakan waktu 7 menit.</p>
	<p> Setelah sampai di jalan ciledug raya pada pukul 6:07, saya menunggu sebentar untuk naik patas AC jurusan ciledug-senen. Tujuan akhir saya adalah halte trans jakarta bunderan senayan. Sepanjang jalan ciledug raya macet, pergerakan mobil mungkin dengan kecepatan orang berjalan cepat. Akhirnya dengan ongkos 5000 rupiah sampai juga di halte bunderan senayan tepat pukul 7:21.</p>
	<p> Saya lanjutkan perjalanan dengan menggunakan trans jakarta. Tiket trans jakarta 3500 rupiah. Perjalanan selama 25 menit hingga sampai kuningan. Tepatnya jam 7:36 transit di duku atas dan 7:46 sampai di halte kuningan madya aini. </p>
	<p> Akhirnya dengan perjalanan 4 menit sampai di lantai 4 setiabudi atrium.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fiza.blogsome.com/2008/01/23/dari-ciledug-ke-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
