Meraih Husnul Khatimah

Orang mukmin adalah orang yang tidak peduli di mana dan kapan dia mati. Tapi, bagaimana cara dia mati. Kalimat ini mesti ditulis tebal.

Karena di situlah pokok persoalan yang akan menentukan apakah kita tercatat sebagai penghuni surga-Nya atau tidak. Semoga kita tercatat saat mati dalam keadaan baik. Karena itulah, menjadi permintaan kita dalam doa, "Ya Allah bihaa…3x ya Allah bihusnil khaatimah, ya Allah wafatkan hamba dalam keadaan husnul khatimah. Inilah di antara kiat-kiat agar kita wafat husnul khatimah.

Pertama, taubatan nashuha.
"Hai orang-orang beriman bertaubatlah sungguhsungguh, taubatan nashuha, mudah-mudahan Tuhanmu akan mengampuni semua kesalahanmu dan akan memasukkan kamu ke dalam surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai…" (QS al-Tahrim, 66:8)

Kedua, sungguh-sungguh taat kepada Allah.
"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah Engkau mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS Ali ‘Imran, 3:102).

Ketiga, berbakti kepada orangtua.
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan kepadamu untuk tidak menyembah selain Dia, dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduaduanya telah berusia lanjut dan dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali kamu katakan, ‘Ah’, dan janganlah engkau membentak keduanya dan berkatalah dengan perkataan yang menyenangkan." (QS al-Isra, 17:23) Ini mengingatkan cerita tentang al- Qamah, seorang ahli ibadah pada masa Rasulullah. Beliau sulit sekali meninggal, karena dalam sejarah hidupnya yaitu setelah menikah ternyata lebih sayang kepada sang istri daripada ibunya yang sudah lemah. Tapi setelah ibunya memaafkan, akhirnya mudah dan lancar dalam syakaratul maut.

Keempat, jangan berbuat zalim.
"Kamu tidak berbuat zalim dan tidak akan dizalimi…" (QS al-Baqarah, 2: 279). "Dan barang siapa berbuat salah dan zalim, lalu memohon ampun kepada Allah, maka akan ditemui bahwa Allah maha pengampun lagi penyayang." (QS an-Nisa, 4:110).

Kelima, gemar berburu amal saleh.
Karena itu, Allah sangat cinta kepadanya. "Yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik." (QS Ali Imran, 3:134). Karena demikian cinta kepada hamba-Nya, mudah bagi Allah untuk mewafatkan dalam keadaan husnul khatimah.

Keenam, jauhi dan hindari berutang jika tidak akan sanggup membayar.
Rasul menunda salat mayat sampai ada seorang jamaah bersedia menanggung utangnya.

Ketujuh, biasakan salat tahajud (baca: QS al-Isra, 7-9).
Di antara maqam terpuji adalah meninggal husnul khatimah.

Kedelapan, salat jamaah di masjid.
Dalam hadis qudsi, Allah berfirman, "Siapa yang gelap-gelap datang ke rumahku maka akan berjumpa dengan-Ku dengan perjumpaan terbaik, biliqaain hasanin."

Kesembilan, salat duha.
Sebagai puncak rezeki di dunia dan tidak dapat dibayar oleh apa pun, adalah husnul khatimah. Salat duha merupakan permohonan agar dikaruniai rezeki yang paling puncak.

Kesepuluh, sedekah.
Sayaj’alu Allah ba’da ‘usrin yusran, Allah mudahkan segala urusan setelah kesulitan" (QS al-Thalaq, 65:7). Dengan bersedekah, Allah mudahkan semua urusan harta, urusan syakaratul maut.

Sebelas, terus-menerus menjaga wudu.
Mereka yang meninggal dalam keadaan berwudu adalah mereka yang meninggal dalam keadaan bersih dan suci. Artinya, saat kembali dalam keadaan suci sebagaimana saat lahir. "Innallaha yuhibbut tawwabiina wayuhibbul mutathahhiriin, ‘Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri’." (QS al-Baqarah, 2: 205).

Dua belas, berzikir setiap saat.
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram terpaut dengan zikir kepada Allah. Ingatlah, dengan berzikir niscaya hatimu akan tenang." (QS al-Ra’du, 13:28). Ketenangan inilah yang akan dibawa sampai berjumpa dengan-Nya.

Semoga kita dalam ketentuan dan takdir-Nya yang wafat dalam keadaan husnul khatimah. (*)

(M. Arifin Ilham, 2007)

Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.