Dunia kekurangan Geoscientist

Kebutuhan tahun ini diperkirakan kekurangan 20% Geoscience di dunia.

Seperti sudah dijelaskan dalam tulisan workforce challenge, bahwa terjadi kelangkaan ahli geologi di dunia ini. Jadi tidak hanya di Indonesia saja tetapi ini gejala global. Maka kebutuhan ini harus dipenuhi dengan cara apapun.

Pekerjaan atau proyek yang dikerjakan geologist seringkali sifatnya tidak terus menerus selama satu tahun. Banyak pekerjaan-pekerjaan yang hanya memerlukan waktu satu hingga tiga bulan saja. Tentunya perushaan “menahan” geologist yang memiliki keahlian khusus ini tidaklah efisien. Bagi si geologist yang “senang bekerja” juga tidak optimal dalam mengumpulkan materi tentunya kerja kontrak akan sangat menantang.

Menghitung gaji kerja harian

Yang dimaksud pekerja harian disini maksudnya pekerja yang gajinya dihitung berdasarkan hari kerjanya, setiap masuk kerja dibayar kalau ga masuk ya ngga dibayar. Berbeda dengan pekerja bulanan yang juga memiliki jatah cuti tahunan yang masih akan dibayarkan perusahaan.

Nomogram dibawah ini dapat dipakai untuk membantu kita menghitung dan memperkirakan kira-kira berapa padanan gaji bulanan terhadap gaji harian. Nomogram ini dibuat oleh Allan P. Juhas, yang dimuat di majalah The Professional Geologist Volume 37 - Number 10, NOVEMBER, 2000.

Untuk mempermudah aku beri tiga contoh Ir Hijau, Kuning MSc dan Dr Merah .

Si hijau ini gaji bulanannya USD 6k/bulan. Penghasilan si Hijau ini sebagai engineer dengan status pegawai tetap. Setiap bulan mengantongi 6K US$ sebagai penghasilan tetap. Jelas lah si Hijau ini senang dengan angka itu, tetapi ketika dia berjumpa kawannya yang berpenghasilan 500 US$/hari dia rada mbesengut. Lah iya kan. Wong kawan koleganya ini kerjaannya sama persis je. Lah kalau 500K/h tentunya gajinya berlipet-lipet dibanding dia yang sudah menjadi pegawai permanen … Blaik ! si pegawai tetap ini mungkin salah hitung.

Banyak yang keliru menghitung bahwa pekerja harian akan mendapat 30 kali perbulan atau 350 kali setahun. Padahal yang benar adalah, hari kerjanya rata-rata perbulan 20 hari saja, dan akhirnya tetap saja hanya 20 x 5K = 10 000K/bulan, masih harus dipotong pajak looh. Seperti yang sudah dituliskan sebelumnya di blog ini juga, bahwa gaji untuk pekerja kontrak bisa satu setengah hingga dua kali. Dengan demikian perbedaan angka 40% ini sebenarnya tidaklah banyak berarti, karena mereka tidak mendapat bonus tahunan maupun bonus cuti dan bonus lebaran.

Tetapi kalau saja si Hijau ini bisa meningkatkan harga jualnya 50USD/hari, tentunya pendapatannya akan jauuh lebih banyak. Dan tentusaja ada risiko ketika bekerja kontrak, risikonya menjadi lebih berat ketika harus memperbaharui kontraknya yang bisa-bisa hanya setahun atau dua tahun saja. Senam jantung setiap dua tahun sekali ini bukan semacam olahraga memperkuat jantung, looh. Apalagi biasanya jaminan kesehatannya tidak sebagus pekerja permanen. Jelas harus dimengerti bahwa ada yang harus dibayarkan oleh pekerja kontrak ini walaupun perolehannya lebih besar dari si permanen.

Si Kuning mendapat gaji USD 10k/bulan, karena usianya lebih tua dari si Hijau, maka jumlah billable days-nya juga lebih rendah. Pengalaman kerja si Kuning ini tarohlah 50 tahun dengan pengalaman kerja 15-20 tahun. Misalnya saja si Kuning ini kalau menjadi pegawai tetap mendapatkan gaji 10K USD/bulan, maka seandainya dia sebagai konsultan, maka kira-kira billable days-nya sekitar150 hari atau sebulan kerja sebulan nganggur (lah wong sudah berumur pingin agak nyantai). Sehingga seandainya saja dia memperoleh kontrak kerja harian dengan nilai 1000USD/hari (untuk selama 6 bulan saja) maka nilainya hampir sama ketika dia sebagai pegawai tetap bergaji 10K/bulan selama setahun.

Lah kalau setahun penuh dia bekerja terus berarti untung donk ?
Ya, disitulah peluang untuk mendapatkan pendapatan lebih diciptakan sendiri oleh si pekerja untuk bekerja keras supaya kontraknya berlanjut terus. Kalau kata simbah “No pain no gain !”

Si Merah bergaji USD 14k/bulan, karena sudah masuk masa pensiun dengan pengalaman kerja diatas 20-25 tahun, maka jumlah hari kerjanya semakin sedikit, sehingga beliau ini mungkin hanya mampu bekerja seratus hari dalam setahun, atau kira-kira sebulan kerja dua bulan jalan-jalan. Nah, untuk memperkirakan gajinya maka bisa dipakai kesetaraan dengan nomogram itu. Kalau sebagai pegawai tetap kirakira bergaji 14K US$/bulan, maka kerja hariannya dihargai 2000 USD/hari.

Pekerja kontrak ini juga tidak mendapatkan uang pensiun. Artinya mereka harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi pensiun nanti. Saat ini sudah banyak lebaga keuangan yang mengelola keuangan serta kesehatan semasa pensiun nanti. Jadi bisa saja diurus sendiri. Nah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahan yang berhubungan dengan gaji (C&B) ini disebut saja Burden Cost. Untuk tiap-tiap perusahaan bisa saja berbeda tetapi grafiknya si Jun ini dipakai utk burden cost permanen employee sebesar 42%,sedangkan utk kontrak sekitar 30% saja.

Tentusaja kalau melihat contoh diatas akan memperlihatkan bahwa bekerja kontrak dan bekerja harian akan lebih menciptakan peluang untuk mendapatkan lebih dibanding pekerja tetap. Lantas mengapa banyak yang saat ini memilih bekerja kontrak ketimbang permanen ? Jawabannya ada dibawah ini.

Contoh yang diambil disini hanyalah untuk geologi perminyakan. Namun tidak menutup kemungkinan bidang-bidang lain juga memiliki fenomena yang sama. Disebelah ini grafik yang menunjukkan kebutuhan tahun ini diperkirakan kekurangan 20% Geoscience di dunia.

Seperti sudah dijelaskan dalam tulisan workforce challenge, bahwa terjadi kelangkaan ahli geologi di dunia ini. Jadi tidak hanya di Indonesia saja tetapi ini gejala global. Maka kebutuhan ini harus dipenuhi dengan cara apapun.

Pekerjaan atau proyek yang dikerjakan geologist seringkali sifatnya tidak terus menerus selama satu tahun. Banyak pekerjaan-pekerjaan yang hanya memerlukan waktu satu hingga tiga bulan saja. Tentunya perushaan “menahan” geologist yang memiliki keahlian khusus ini tidaklah efisien. Bagi si geologist yang “senang bekerja” juga tidak optimal dalam mengumpulkan materi tentunya kerja kontrak akan sangat menantang.

Sumber: http://rovicky.wordpress.com/

Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.